Telur adalah makanan menyehatkan yang disarankan untuk dikonsumsi pada
saat sarapan. Namun sebaiknya hindarilah mengonsumsi kuning telurnya
terlalu banyak, karena kuning telur mengandung kolesterol yang sangat
tinggi, yaitu mencapai 1435mg untuk setiap 100 gram. Satu butir kuning
telur memiliki berat sekitar 17 gram, dan lebih dari 200 mg kolesterol.
Kandungan kolesterol pada kuning telur ini jauh lebih tinggi
dibanding jeroan ataupun seafood, sehingga usahakan tidak mengonsumsi
lebih dari satu butir kuning telor setiap harinya. Namun hal ini tidak
berlaku untuk putih telur. Bagian makanan ini mengandung banyak protein
dan nyaris tanpa kolesterol.Satu hal yang sering dilupakan bahwa telur tidak hanya hadir pada
sarapan pagi kita saja, tapi bisa terkandung dalam makanan lain seperti
kue dan roti.
2. Daging
Daging sapi, kambing dan babi dikenal sebagai salah satu sumber
kolesterol jahat. Kandungan kolesterol per 100 gram dari daging
sebenarnya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 72mg untuk daging sapi
dan 70mg untuk babi. Namun jumlah daging yang dikonsumsi dan cara
pengolahannya yang sering menggunakan minyak goreng, membuat bahan
makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Beberapa bagian
daging seperti iga bahkan memiliki kadar lemak yang sangat tinggi.
Daging olahan seperti burger, sosis dan ham juga harus dibatasi konsumsinya. Makanan ini biasanya mengandung banyak lemak jenuh yang jahat dan sodium. Trend belakangan ini menujukkan bahwa banyak orang yang mulai beralih dari daging merah ke daging unggas seperti ayam dan bebek. Daging unggas memang memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibanding daging merah, namun tetap tidak dianjurkan bila dikonsumsi terlalu sering. Apalagi jika cara mengonsumsinya adalah dengan digoreng. Ketika anda memakan daging Ayam atau bebek, usahakan untuk tidak mengonsumsi bagian kulitnya, karena bagian inilah yang memiliki konsentrasi kolesterol paling tinggi.
Jika daging masih bisa dikonsumsi dalam jumlah terbatas, maka jeroan
atau bagian organ dari ternak potong ini sebaiknya dihindari sama
sekali. Kandungan kolesterol dari jeroan jauh lebih tinggi dibanding
daging. Jeroan juga mengandung kadar purin yang cukup tinggi, yang bisa
menyebabkan penyakit asam urat.
Misalnya otak sapi, bagi penggemar jeroan mungkin ini bagian yang
peling enak karena teksturnya lembut dan rasanya gurih. Namun kandungan
kolesterol pada otak sapi cukup tinggi, mencapai 200 mg per 100 gram.
Hati atau lever bahkan memiliki kadar kolesterol lebih tinggi lagi,
yaitu mencapai 564 mg per 100 gram. padahal batas konsumsi kolesterol
bagi orang normal adalah 300 mg per hari. Hati merupakan tempat
diproduksinya kolesterol di dalam tubuh, jadi wajar saja jika
kandungannya tinggi. Secara umum, semua jenis jeroan memang kurang bagus
untuk kesehatan kita.
4. Susu dan produk turunannya
Susu adalah minuman yang menyehatkan karena mengandung banyak protein
dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun susu juga mengandung banyak
kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan. Susu dan produk turunannya
seperti mentega, keju, esk krim dan yogurt sebaiknya dihindari oleh
mereka yang menderita penyakit kolesterol tinggi.
Meski terlihat sepele namun keju dan mentega tetap harus diwaspadai
karena produk makanan ini sering “bersembunyi” di antara makanan lain
seperti kue, roti, dan beberapa jenis masakan lain. Konsumsi es krim
juga tidak boleh berlebihan karena kandungan lemak dalam es krim lebih
tinggi dari hamburger dan donat.Tapi jangan khawatir, Anda masih bisa mengonsumsi susu rendah lemak
atau susu skim yang tidak berlemak sama sekali. Manfaat dari susunya pun
masih bisa didapatkan.
5. Seafood
Beberapa jenis seafood dikenal memiliki kandungan kolesterol yang cukup
tinggi. Mereka adalah udang, kepiting, cumi, lobster dan kerang.
Meskipun sepintas mereka tidak terlihat berlemak, namun kadar kolesterol
dari hewan-hewan laut ini masuk dalam kategori makanan berkolesterol
paling tinggi. Jika anda suka dengan makanan laut, cobalah dengan
mengonsmsi ikan. Bahan makanan ini menyehatkan dan bahkan bisa membantu
menurunkan kolesterol dalam darah. Beberapa jenis ikan berlemak seperti
patin, tuna, salmon, mackarel dan ikan hering dikenal mengandung banyak
omega 3 yang berperan dalam mengurangi kolesterol / trigliserida dalam
tubuh.
Sebagian orang sangat menyukai fast food karena rasanya yang enak dan
memberi kesan seolah mengikuti gaya hidup modern. Namun faktanya, fast
food atau makanan cepat saji adalah jenis makanan yang benar-benar harus
dihindari, terutama yang cara pengolahannya melewati proses
penggorengan. Minyak goreng pada restoran fast food biasanya digunakan
berkali kali pada suhu tinggi sehingga mengandung lemak jenuh yang
banyak.Ayam goreng, kentang goreng dan gorengan lainnya jelas-jelas harus
dihindari. Burger, hot dog, pizza dan sejenisnya juga tidak lebih baik.
Sementara beberapa jenis makanan seperti kentang tumbuk yang kita anggap
bagus juga ternyata mengandung mentega, krim, susu, dan keju secara
berlebihan.
Snack baik yang diproduksi oleh pabrikan maupun skala industri rumah
tangga biasanya mengandung banyak lemak trans karena proses
pengolahannya yang melalui penggorengan pada suhu tinggi. Nah, untuk mereka yang sudah terlanjur menderita penyakit kolesterol tinggi, cobalah untuk hidup sehat dengan mengonsumsi buah-buahan penurun kolesterol dan makanan sehat lainnya. Mengobati penyakit kolesterol secara alami akan lebih baik dibandingkan dengan obat-obatan.

izin share
BalasHapus