
Berikutnya, Kurt Fritz, pemandu gunung yang mengantarkan Henn ke Oetzi, dan yang membuka wajah Oetzi, tewas tertimbun tanah longsor. Orang nomor tiga, yang mem-film-kan penemuan Oetzi, meninggal akibat tumor otak.

Daftar korban semakin menyeramkan: Helmut Simon, yang dengan istrinya
adalah orang yang pertama kali menemukan Manusia Es tersebut, menghilang
selama 8 hari pada tahun 2004. Ketika tubuhnya ditemukan wajahnya
menunduk di dalam tumpukan es, dimana ia telah jatuh dari karang terjal
setinggi 300 kaki. Dieter Warnecke, kepala tim penyelamatan yang
menemukan Helmut, tewas akibat serangan jantung satu sjam setelah
penguburan Helmut. Pria nomor enam, Konrad Spindler, meninggal akibat
komplikasi yang disebabkan oleh Multiple Sclerosis enam bulan setelah
kutipannya disebarkan "Menurut saya, kejadian ini hanya sampah. Ini
hanya buatan media saja. Anda akan mengatakan bahwa sayalah korban
selanjutnya."

Yang ketujuh dan yang terakhir (sejauh ini) adalah tahun 2005: Tom Loy,
seorang ilmuwan yang menemukan darah manusia pada pakaian dan senjata
Oetzi, meninggal akibat penyakit darah turunan. Kejadian ini biasanya
dianggap tidak lebih dari kematian alami tetapi tidak apabila melihat
kenyataan bahwa ia didiagnosa pada tahun 1992, satu tahun setelah mulai
bekerja dengan Manusia Es tersebut.
Berdasarkan kejadian-kejadian ini, mungkin kamu akan menjadi korban
selanjutnya karena membaca artikel ini! Bukti menunjukkan bahwa Manusia
Es mengalami akhir yang kejam, ditembak dengan sebuah anak panah sebelum
kepalanya tertampar keras. Jadi pada dasarnya, Oetzi adalah korban
pembunuhan klasik yang tertinggal di pegunungan sehingga menjadi mumi di
sebuah kuburan tak bertanda.

1).Yang Sudah Berkunjung Di Blog saya mohon Tinggalkan Komentar
2). Gunakan Bahasa yang Jelas,Singkat & Mudah di Mengerti
3). Tolong Saat Berkomentar Diberi NAMA
4). Komentar ANONYMOUS tidak akan saya tanggapi
5). Jika menaruh LINK HIDUP akan dimasukan ke folder spam !!
6). Dilarang mempromosikan produk melalui komentar.
TerimaKasih Atas Kunjungan Anda, Jangan Lupa Berkunjung lagi