SEJARAH DAN FUNGSI PARTAI POLITIK

ADMIN
0
      Hasil gambar untuk Sejarah Partai Politik di Indonesia


      
         Sejarah partai politik di Indonesia merupakan hal yang menarik untuk dipelajari. Partai politik di Indonesia sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pada artikel ini akan dibahas perjalanan partai-partai politik di Indonesia dari zaman penjajahan Belanda hingga sekarang. Sejarah partai politik di Indonesia secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 periode. Ketiga periode tersebut yakni pada masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang, dan setelah kemerdekaan Indonesia. Penjelasan secara terperinci dari masing-masing ketiga periode tersebut penting untuk Anda ketahui.


  • Masa Penjajahan Belanda
Pada tahun 1908, berdirilah organisasi pergerakan nasional eksklusif untuk priyayi yang bernama Boedi Oetomo. Organisasi ini kemudia menjadi embrio pergerakan organisasi lainnya. Hal ini menyebabkan bermunculannya organisasi-organisasi kemerdekaan lainnya. Partai modern pertama yang secara tegas memperjuangkan Hindia bagi orang Hindia adalah organisasi Indische Partij (Desember 1912). Setelah itu berdirilah partai politik lainnya seperti ISDV (Indische Sosial Democratishe Vereniging) pada Mei 1914, Indische Katholike Partij pada November 1918, PKI (Mei 1920), PNI (Juli 1924), Partai Rakyat Indonesia (September 1930), Parindra (Januari 1931), Partai Indonesia (April 1931), dan Gerindo (Mei 1937). Organisasi tersebut berasal dari bermacam-macam ideologi seperti Islam, sekuler, nasionalis, dan komunis.
Pada 1939, Belanda membentuk dewan rakyat (Volksraad) yang merupakan badan seperti DPR. Oleh karena itu, pada tahun tersebut di Hindia Belanda sudah terdapat beberapa fraksi yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Husni Thamin, Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera (PPBB) di bawah Prawoto, dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. Terdapat usaha untuk mengadalan gabungan dari partai-partai politik di luar Volksraad dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K.R.I). Terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Majelisul Islami A’laa Indonesia (MIAI), dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI) di dalam K.R.I.
  • Masa Penjajahan Jepang
Berbeda dengan masa penjajahan Belanda, selama Jepang berkuasa di Indonesia kegiatan partai politik dilarang. Namun, hal ini tidak berlaku untuk golongan Islam yang membentuk Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia 
  • Masa Setelah Kemerdekaan
Pada masa setelah kemerdekaan, Moh. Hatta selaku Wakil Presiden RI mengeluarkan Maklumat No X tanggal 16 Oktober 1945. Hal ini menyebabkan banyak bermunculan partai di Indonesia. Inilah multisistem partai pertama di Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia

FUNGSI PARTAI POLITIK
Ada empat fungsi utama dari sebuah partai politik, berikut ini penjelasannya.
  • Sebagai Media Komunikasi
Partai politik adalah suatu media komunikasi dari pemerintah kepada rakyat, dan atau juga dari rakyat kepada pemerintah. Partai politik difungsikan sebagai penyerap aspirasi masyarakat, dan mengumpulkan informasi, dan meneruskannya kepada pemerintah.
Melalui komunikasi ini, pemerintah dapat dengan lebih mudah untuk menentukan kebijakan kebijakan dalam menjalankan pemerintahannya.
  • Sebagai Media Perekrutan
Partai politik berfungsi sebagai penyeleksi sekelompok orang ataupun orang secara pribadi untuk dibentuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin itu dapat berarti pemimpin bagi partai itu sendiri, ataupun pemimpin sebuah pemerintahan termasuk presiden dan wakil presiden.
Orang orang yang direkrut dan dibina oleh partai politik inilah yang nantinya diharapkan dapat menjadi seorang pemimpin yang kompete
  • Sebagai Media Pencegah Konflik

Dalam suatu pemerintahan atau pun sistem suatu negara selalu ada saja orang orang mempunyai pandangan dan pendapat yang berbeda. Demi menghindari sebuah konflik maka disini peran partai politik harus mampu menjadi penampung perbedaan pendapat atau pun persoalan lainnya dengan cara berdialog.
Dialog tersebut dibawa kepada dewan perwakilan rakyat seperti DPR, DPRD, dan juga camat). Diharapkan dialog tersebut dapat menemukan keputusan politik yang paling tepat untuk menyelesaikan sebuah masalah.
  • Sebagai Media Sosialisasi
Partai politik berfungsi sebagai alat sosialisasi suatu program yang berdasarkan dari hasil pemikiran berdasarkan ideologinya. Sosialisasi ini adalah sebagai bentuk semacam promosi bagi partai politik terhadap masyarakat agar nantinya, masyarakat mau memilih partainya.
Sosialisasi yang baik, akan semakin memungkin masyarakat untuk menyukainya dan memilih partai politik tersebut sebagai pemimpin.
Tags

Posting Komentar

0Komentar

1).Yang Sudah Berkunjung Di Blog saya mohon Tinggalkan Komentar
2). Gunakan Bahasa yang Jelas,Singkat & Mudah di Mengerti
3). Tolong Saat Berkomentar Diberi NAMA
4). Komentar ANONYMOUS tidak akan saya tanggapi
5). Jika menaruh LINK HIDUP akan dimasukan ke folder spam !!
6). Dilarang mempromosikan produk melalui komentar.
TerimaKasih Atas Kunjungan Anda, Jangan Lupa Berkunjung lagi

Posting Komentar (0)